Loading...
Showing posts with label Tips HP. Show all posts
Showing posts with label Tips HP. Show all posts
Cara jitu deteksi CONSER dgn HWK

Cara jitu deteksi CONSER dgn HWK

MEDIA CELLULAR 9:23 AM 4 Comments
BERIKUT INI CARA JITU DETEKSI CONSER DCT4++ DENGAN HWK

1) KONEK UFS+HWK
2) PILIH TAB DCT4
3) TEKAN INFO (PADA HP TERTENTU TEKAN TOMBOL POWER JIKA TDK BISA LOCAL MODE)
4) CEK INFO DETAIL


5) SL DATA CORUPTED
6) CUKUP TEKAN INIT SIMLOCK DAH KELAR


GAMBAR KEDUA MENUNJUKKAN INFO 100% OK, TAPI HP TETEP AJA CONSER
7) CEK SELF TEST NYA

COBA LIHAT LINGKARAN PADA GAMBAR TSB.
EAR _CLK_LOOP TEST----------NO SIGNAL
RF CHIP ID TEST---------------FAILED

HAL INI MENANDAKAN KERUSAKAN PADA HARDWARE NYA :
60%UPP
30%UEM
10%LAINNYA (BSI ATAU SEJENISNYA.....)


KALAU SELF TEST NYA KAYAK GINI
LCD TEST-----------FAILED

CUKUP GANTI LCD, GA PERLU FLASH, UNLOCK, DAN LAIN SEBAGAINYA...

Bersambung...

Sumber:ForumIndoflasher

Tips aman membeli Blackberry

MEDIA CELLULAR 3:38 PM 1 Comment
TIPS Membeli Blackberry:

Catatan paling penting ketika membeli Blackberry adalah,

HANYA BELI DARI TRUSTED SELLER!

Karena, banyak sekali kasus2 di mana BB nya bermasalah, sehingga gak bisa menggunakan layanan BB. Kalau sudah begitu, tinggal di kembalikan ke seller nya untuk mendapatkan gantinya. Simpel kan?
oke, tambahannya..
utk ngecek BB SECOND, ada beberapa langkah nih:
1. Wipe handheld yang mau anda beli
2. Masukkan kartu BB enable

Lihat apakah gprs/edge menjadi GPRS/EDGE
3. Cari icon email setting,masukkan user name and password. Dia akan tanya kira2 "apakah mau pindah ke pin ini???"
4. Periksa body...kemulusan (sesuai perjanjian)
5. Periksa keypad...abcdefg terus. Lalu angka.....
6. Tes telpon utk mic
7. Masuk ke profile..test getar dan speaker phone

Utk BB baru, sama saja sih cek nya, cuman gak perlu di WIPE.

Kemudian, perlu di catat.. ada beberapa macam kondisi Blackberry yang dijual di pasaran..
1. BNIB (Brand New in Box) - Ini asli 100% baru. Meskipun sudah di luar kotak nya, BBnya gress baru, paling cuma di cek sama seller nya, makanya dikeluarin dari kotaknya.
2. 14days - Ini ga 100% baru, maksimal penggunaannya only 14 hari. Jatuhnya barang 2nd, tapi ada yang 100% mulus. Kalau beruntung, ada yang baru di pake kurang dari 1 hari, beti alias beda tipis laah sama barang baru.. yang perlu di catet: Harganya lumayan jauh sama yang BNIB
3. Seken - Kalu yang ini asli seken lah..
4. Refurbished - wah wah.. kalo yang ini, barang seken, di rekondisi menjadi terlihat baru. Isi nya barang lama, casing dll nya baru.. sekilas bisa keliatan kayak barang baru.

Untuk BNIB, bisa di cek ke Options >> Status.. kemudian ketik BUYR.
Akan terlihat Data Usage dan Voice Usage keduanya harus 0 utk BNIB ya..

Utk 14 days, kalau dapat yang Data usage sama Voice Usage nya kecil berarti lucky you!

Any way, kembali ke catatan yang paling penting.Always beli dari Trusted Seller saja ya.. ngejar harga murah percuma aja kalau nanti nya BB nya gak bisa di pakai....

Diagnosa HP matot(mati total)

MEDIA CELLULAR 4:05 PM Add Comment

Diagnosa awal kematian pada otak HP (cpu/UPP) bisa dianalisa dari tegangan yang masuk dan dikeluarkan oleh UEM ....antara lain:

1.VIO
Tengangan ini sebesar 1.8 Volt – 150mA untuk Logic I/Os
(Input/Output Logic: MMC Level Shifter, IR, IC Flash & SDRAM, Bluetooth, LCD, ) dan UEM Logic.

2.VANA,
Tegangan ini sebesar 2.8 Volt – 80mA untuk fungsi sistem analog (Btemp, VCXO Temp)

3.VCORE,
Tegangan untuk pemrograman yang membutuhkan tegangan sekitar 1.0 – 1.8 Volt - 200mA ke UPP (VCORE DSP & VCORE MCU)

4. PURX
Tegangan 1,8 volt ( berupa denyut pulsa untuk getaran tidak constan yang masuk ke UPP --berfungsi mereset cpu menjadi nol agar sistem logic cpu bekerja dari awal, tanpa ini cpu ga nyala)

5. sleepCLK
Signal hasil perkalian harus pada freq. 32,768 kHz dan constan kalo dimanusia spt denyut jantung dan dapat diukur pada tegangan 1,8 volt.----(kdang 0 volt trus ada lagi 1,8 volt)

6. VR3
VR3, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 20 mA kepada: VDIG, Out Clock VCTXO (Osc 26MHz) ini adalah tegangan pembangkit nya jantung.....( tanpa ini jantung berhenti)

7. RFCLOCK
Harus di cek dengan freq counter sebesar 26 mhz....wajib ada( klo ga hp ga mau hidup) tulisan optional itu kliru mohon di hapus saja


Itulah tegangan2 di mana menjadi persyaratan pokok kerja otak HP ( cpu/upp).

Insya Allah jika tegangan ini ada di tempat nya HP normal ON ( kecuali Software ngadat).

Mohon di koreksi jika salah ....diterima dgn tengan terbuka...
namanya juga belajar.....KEEP share!hehehe.....

CARA PERBAIKAN HANDPHONE MATI TOTAL:

MEDIA CELLULAR 8:47 AM 21 Comments

Problem atau trouble yang biasa ditemukan pada ponsel dapat dikategorikan menjadi
3 kategori kerusakan yaitu :

1. Kategori Software
2. Kategori Hardware
3. Kategori Software dan Hardware nya

Problem handphone dan solusinya:

1. Ponsel mati total
Ponsel mati total ada 3 macam, yaitu mati total karena
· mati sendiri,
· mati total karena jatuh, dan
· mati total karena kena air.

a. Mati total karena mati sendiri.

Penanganannya :
Pertama dapat dilakukan langkah-langkah awal sebagai berikut
- Lepas battery lalu pasang lagi atau coba pakai battery lain dan coba hidupkan
- Periksa konektor battery dan coba tekan untuk melihat tingkat lentur atau tidak,
bila rusak ganti yang baru.
- Pasang charging pada ponsel, bila indikator masuk dan ponsel di hidupkan tetap tidak mau, maka jelas ponsel anda tidakbisa hidup karena gangguan dari IC PA (Power Amplifier). Setelah IC PA dicabut ponsel anda bisa di hidupkan lagi. Dansupaya ada signal maka harus dipasang IC PA yang baru.
- Bila di pasang charging indikator tidak ada dan ponsel di on tetap tidak mau hidup maka perlu dilakukan pemeriksaan lebihlanjut memakai power suply. Tetapi ada kemungkinan juga terdapat timah yang jelek pada PCB, solusinya cabut IC PA, lalubersihkan timah pada PCB dimana IC PA menempel, pasang kembali IC PA yang lama, HP nyalakan, pasti nyala.
Pemeriksaan dengan power supply :
Diperlukan power supply dengan skala ampere sebesar 1 ampere (A) atau 1000 mA.
Dengan tujuan agar pemeriksaan bisa lebih mudah dan jelas.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Pasang kabel dari power supply ke konektor battery ponsel sebanyak minimal 3 kabel, dengan urutan negatif, BSI danpositip. (warna hitam, hijau dan merah)
- Arahkan volt pada power supply 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Ponsel dalam keadaan off, lalu tekan tombol on
- Bila arus (amper) pada penunjuk amper digital dipower supply saat ditekan tombol on, diam saja berarti ada problem padahardware nya (HW), maka perlu dilakukan pengecekan dari komponen on/off sampai pada battery.
- Bila amper saat ditekan tombol on, naik sekitar ? 50 mA, maka problem yang terjadi adalah masalah software (SW), makayang perlu dilakukan adalah HP diprogram ulang (flash) atau program diupgrade ke versi yang lebih tinggi.

b. Mati total karena jatuh.

Penanganannya :
- HP tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, tetapi terlebih dahulu HP harus dibongkar, dipanasi, dan direposisikembali letak/posisi komponen yang berubah sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi.
- Setelah itu HP baru boleh dites menggunakan power supply untuk mengetahui kerusakan pada Hardware (HW) / Software (SW).
- Kemungkinan besar komponen yang rusak sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi adalah IC PA / IC Power.

c. Mati total karena kena air.

Penanganannya :
- Untuk HP yang kena air juga pertama kali tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, karena beresiko terjadihubungan pendek antar komponen didalam air, tetapi HP terlebih dahulu harus divakum,dipanasi,atau diblower dengan terlebihdahulu diberi cairan pembersih IPA, juga bisa menggunakan butir silika untuk menyerap air yang ada pada HP.
- Setelah HP dipastikan telah kering sungguh, maka kita boleh menggunakan power supply untuk mengetahui terjadi kerusakan pada Hardware (HW) atau Software (SW).
- Pada HP yang terkena air, biasanya terjadi kerusakan pada aksesoris HPnya.

2. Ponsel mati total karena IC UI.

Pada kasus HP seperti ini maka dibutuhkan alat test yaitu power supply.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Hubungkan power supply pada ponsel, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Pada saat ponsel dalam keadaan off, lihat jarum ampere pada power supply akan naik sebesar 100mA.
- Ponsel akan langsung hidup, LED menyala, VIBRA bergetar.
Penanganannya :
- Lepaskan IC UI, lalu hidupkan ponsel.
- Maka ada tampilan pada LCD ponsel “Insert SIM Card”.
- Pasang IC UI yang baru.
- Hidupkan ponsel, maka ponsel akan bekerja dengan baik.

3. Ponsel mati total karena IC CPU.

Untuk mengetahui apakah ponsel mati total karena IC CPU adalah sebagai berikut :
- Beri tegangan (volt) pada ponsel dengan menggunakan power supply sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5V).
- Pada saat ponsel belum dinyalakan, jarum ampere diam, tetapi apabila ponsel sudah dinyalakan maka jarum ampere akan naik100mA.

Penanganannya :

- Apabila IC CPU masih dalam kondisi yang baik, maka kita hanya perlu memanasi IC CPU dengan menggunakan blower saja,tetapi apabila IC CPU rusak, maka kita perlu mengganti dengan IC CPU yang baru. Sebelum kita mengganti IC CPU kita terlebihdahulu harus mempunyai lem anti panas dan cairan penghancur lem anti panas, sebab IC CPU dilindungi oleh lem anti panas,setelah kita menghancurkan lem anti panas, baru kita bisa memanasi (blower) IC CPU untuk diganti yang baru. Demikian pulasetelah kita mengganti IC CPU dengan yang baru maka kita perlu memberikan lagi lem anti panas untuk melindungi IC CPU yangbaru kita ganti tersebut.

4. Ponsel mati total pada saat kita melakukan panggilan.

Untuk melakukan pengetesan kita gunakan power supply dengan cara :
- Hubungkan ponsel dengan power supply, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) padaponsel.
- Jarum ampere tidak akan bergerak pada saat ponsel masih dalam keadaan mati.
- Kita nyalakan ponsel lalu dipakai untuk melakukan panggilan, maka jarum ampere akan menunjukkan angka diatas 400mA.
Penanganannya :
- Ganti IC PA dengan yang baru, setelah itu lakukan pengetesan ulang seperti yang diatas, apabila dari hasil tes jarum ampere menunjukkan angka dibawah 400mA, maka ponsel sudah dalam keadaan baik.
Tips Membeli HP Bekas

Tips Membeli HP Bekas

MEDIA CELLULAR 3:37 PM Add Comment
Adakalanya karena keterbatasan dana yang kita miliki, maka dengan terpaksa anda harus membeli ponsel bekas untuk menyesuaikan dengan kantong anda. Banyak sekali ponsel-ponsel bekas yang ditawarkan dengan berbagai variasi merek, tipe, kelebihan maupun harga yang lebih murah daripada ponsel baru.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum anda memutuskan untuk membeli ponsel bekas adalah sebagai berikut:
  1. Dana
    Satu hal yang paling penting dalam memilih ponsel bekas adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang tersedia. Sebelum melakukan penawaran sebaiknya anda mengetahui harga baru ponsel tersebut di pasaran, bandingkan harga penawaran ponsel bekas tersebut dengan harga ponsel baru di pasaran.
  2. Garansi Ponsel
    Periksa apakah ponsel bekas atau second tersebut masih dalam masa garansi, biasanya ponsel yang masih bergaransi adalah ponsel yang belum berumur lebih dari setahun dari tanggal pembelian tangan pertama, lebih baik anda memilih membeli ponsel yang masih dalam keadaan bergaransi, karena lebih terjamin keadaan ponselnya. Namun apabila masa garansi ponsel tersebut sudah habis atau tidak ada garansinya lagi maka anda harus lebih teliti lagi dalam memeriksa keadaan ponsel bekas yang akan anda beli. Pastikan juga bahwa ponsel tersebut bukanlah ponsel curian dengan melihat kelengkapan dari ponsel bekas tersebut yang meliputi: dos beserta buku panduan yang disertakan pada ponsel, juga aksesori pelengkap yang terkadang juga disertakan saat membeli ponsel baru, misalnya: handfree.
  3. Non-garansi atau Black Market (BM)
    Jangan membeli ponsel yang black market (BM), karena resikonya sering terjadi jamper pada PCB nya dan apabila dimasukkan file program (flash) originalnya pada bagian software-nya sering terjadi “Contact Service” dan kerusakan lainnya serta terkadang tidak bias dikembalikan seperti semula sehingga ponsel tersebut tidak bisa dipakai sama sekali (matot)
  4. Kondisi Fisik
    Periksalah kondisi luar maupun dalam ponsel apakah masih dalam keadaan baik dan yang terpenting tidak cacat. Sebaiknya anda juga membuka casing ponsel tersebut untuk memastikan apakah ponsel tersebut pernah terjatuh ataupun pernah diperbaiki (servis). Perhatikan kondisi LCD apakah masih dalam keadaan baik atau sudah buram, juga periksa keoriginalannya. Setelah anda memeriksa kondisi ponsel, maka selanjutnya hidupkan ponsel, coba semua tombol-tombol pada keypad apakah ada yang macet ataupun malah tidak berfungsi. Cobalah menekan sembarang tombol angka pada keypad sebanyak mungkin dan pastikan ponsel tidak hang. Lalu pastikan fungsi-fungsi pada menu semua berfungsi dengan baik, misalnya: ringtone, getar, dan lain-lain
  5. Sinyal
    Pastikan sinyal ponsel masih baik. Coba bandingkan ponsel yang sejenis dengan kartu jaringan yang sama pula. Jika ponsel saat anda coba tiba-tiba mati sendiri maka berhati-hatilah, ponsel tersebut bermasalah, hal ini bisa disebabkan battery maupun IC Power-nya lemah
  6. Nomor IMEI
    Periksalah dengan seksama apakah sama semua antara nomor IMEI pada ponsel (biasanya tertera di bagian belakang ponsel/dibalik battery), nomor IMEI pada program ponsel(mesin ponsel) dan nomor IMEI yang tertera pada dos ponsel. Hal ini dilakukan adalah untuk mempermudah anda untuk menjual kembali ponsel ini dikemudian hari sebab nomor IMEI sudah cocok semua.
  7. Battery
    Battery yang disertakan pada beberapa ponsel bekas tentunya mempunyai daya hidup (life time) yang lebih pendek, misalnya waktu jaga (stan-by) dan waktu bicara (talk-time) akan lebih pendek. Lain halnya jika batre ponsel tersebut masih baru atau anda belikan battery baru. Untuk menguji battery maka lakukan panggilan dengan menggunakan ponsel tersebut untuk menelepon seseorang atau melakukan panggilan bebas pulsa dalam jangka waktu yang lama.
  8. Charger
    Perhatikan chargernya Biasanya yang tidak original lama proses charger-nya, sebaliknya yang original cepat proses charger-nya. Fisik charger yang original lebih berat dibandingkan dengan yang tidak original. Kabel original lebih panjang dibanding yang tidak original.
  9. Sparepart
    Sebaiknya anda memilih ponsel yang memiliki jaringan servis yang banyak, hal ini mempermudah anda dalam memperbaiki kerusakan yang mungkin terjadi saat anda menggunakan ponsel tersebut, demikian juga dengan ketersediaan suku cadang/sparepart ataupun aksesori ponsel yang lengkap.